Cash Ratio Adalah: Pengertian Hingga Cara Hitung

Sedang Trending 3 bulan yang lalu 43
 Pengertian Hingga Cara Hitung

Ajaib.co.id – Cash ratio ialah salah satu rasio keuangan adapun bisa digunakan buat menganalisa keuangan bisnis. Mengingat, buat manusia adapun menjalankan sebuah cara alias bisnis, tentunya menjadi krusial sekali untuk  mengetahui kondisi keuangan bisnis.

Oleh dikarnakan itu, buat mengetahuinya secara lebih gampang dan jelas becus dilakukan dengan melakukan analisa rasio keuangan.

Pengertian Cash Ratio

Definisi Cash ratio ialah rasio adapun bisa digunakan buat menilai komparasi antara njumlah kas dan setara kas dalam sebuah perusahaan dengan kewajiban lancar adapun ada di dalamnya. 

Sebetulnya, cash ratio ini menjadi bentuk penyempurnaan dari perhitungan quick ratio (rasio cepat). Quick ratio ini dimanfaatkan buat mengukur sejauh mana keuangan perusahaan adapun terdiri dari kas serta setara kas adapun ada.

Upaya pengukuran keuangan setelah dikatakan dilakukan buat kepentingan dalam melunasi kewajiban lancar alias hutang jangka pendek  perusahaan.

Definisi lain dari cash ratio disebut pula sebagai rasio likuiditas adapun sifatnya konservatif. Di dalamnya terdapat kemampuan dari perusahaan buat bisa menutupi pinjaman dalam jangka masa pendek dengan dibandingkan rasio lainnya.

Mengapa demikian? Karena cash ratio hanya melakukan perhitungan terhadap aktiva lancar jangka pendek adapun dinilai paling likuid. Sementara itu, dalam mengukur likuiditas setelah dikatakan dilakukan dengan langkah membandingkan komponen adapun terdapat pada neraca, seperti berupa aktiva lancar dengan njumlah pasif lancar alias hutang jangka pendek.

Perhitungan cash ratio adapun dilakukan pada sebuah perusahaan mempunyai dua faedah utama, di antaranya buat bisa mengetahui tingkat keamanan likuiditas di perusahaan tersebut. Manfaat lainnya, buat mengatasi berbagai permasalahan likuiditas perusahaan.

Lewat mengetahui angka rasio kas, maka turut membantu pihak manajemen perusahaan dalam mengambil langkah bidangusaha adapun strategis. Langkah-langkah setelah dikatakan nantinya bisa dijadikan solusi bagi kondisi keuangan perusahaan masa menghadapi kondisi adapun bermasalah alias menyulitkan perusahaan.

Agar becus memahami kondisi keuangan perusahaan, apakah dalam kondisi cantik alias tidak, maka pihak manajemen perusahaan patut lanjut mengontrol angka rasio kas perusahaannya. Kontrol ini patut dilakukan secara rutin dalam kurun masa tertentu sehingga kondisi keuangan bidangusaha bisa melangkah dengan baik. Serta seluruh kegiatan operasional perusahaan pun bisa melangkah dengan cantik dan lancar.

Rumus dan Cara Menghitung Cash Ratio 

Terdapat langkah adapun paling sederhana buat menghitung rasio kas perusahaan. Cara setelah dikatakan dengan membagi aset kasnya dengan kewajiban lancarnya.

Berikut rumus langkah menghitung cash ratio:

Cash Ratio = (Kas + Setara Kas) / Kewajiban Lancar

Contoh dari langkah melakukan perhitungan cash ratio adalah sebagai berikut:

Berikut ialah data Neraca PT Abadi:

Uang tunai: Rp 55 juta Setara kas: Rp 30 juta Properti & peralatan: Rp 70 juta Utang usaha: Rp 20 juta Utang jangka pendek: Rp 30 juta

Maka langkah menghitung cash ratio perusahaan Abadi = (55 juta + 30 juta) / (20 juta + 30 juta) = 1.70

Hasil dari perhitungan cash ratio di atas memperlihatkan bahwa perusahaan setelah dikatakan mempunyai tingkat likuiditas adapun layak baik. Hal ini disebabkan perusahaan mempunyai biaya kas adapun layak buat membayar kewajiban lancar perusahaan.

Mengapa Cash Ratio Penting?

Kemudian timbul pertanyaa, sebetulnya kenapa perhitungan cash ratio menjadi krusial buat dilakukan buat sebuah perusahaan?

Apabila digunakan dengan tepat, cash ratio ini pada dasarnya becus dijadikan salah satu langkah buat perusahaan dalam memperbaiki dan mengembangkan kekuatan bisnisnya.

Meskipun menghitung cash ratio ini enggak langkah adapun paling persis buat mengetahui kinerja sebuah perusahaan. Namun, cash ratio ini mempunya faedah di antaranya:

 Mengetahui kemampuan dan risiko perusahaan dalam membayar utang. Hal ini diukur dari andaikan angka rasio kas rendah maka artinya perusahaan bisa mencari langkah buat melakukan peningkatan biaya kas dan setara kasnya. Mengetahui biaya tak bergerak. Hal ini becus dilihat dari rasio kas adapun terlalu tinggi adapun mengindikasikan perputaran kas kurang optimal. Maka perusahaan becus memanfaatkan kas setelah dikatakan buat kapitalisasi adapun lebih baik.  Memberikan informasi penagihan. Departemen penagihan alias adapun mengelola piutang becus mengetahui informasi terkait tagihan milik pelanggan. Sehingga lalu informasi ini becus mencari langkah buat meningkatkan rasio kas bisnis.  Mencari angka solvabilitas dan menghitung profitabilitas.  Cash Ratio Seperti apa adapun Baik?

Cara menafsirkan analisis dari cash ratio ialah sebagai berikut: 

Rasio Kas = 1

Pertama ada angka cash ratio = 1, ini menunjukkan kalau aset kas perusahaan masa ini nilainya sama dengan kewajiban lancarnya.

Hal ini berarti, hanya dengan menggunakan kas dan setara kas, aset lancar adapun dimiliki perusahaan setelah becus membayar keseluruhan pinjaman lancar.

Rasio Kas <1

Selanjutnya, ada cash ratio <1, ini menunjukkan sebuah perusahaan tak mempunyai layak kas alias setara kas buat memenuhi kewajiban pinjaman jangka pendeknya.

Contohnya, apabila angka rasio kas ialah 0,70, mempunyai makna perusahaan setelah dikatakan hanya mempunyai layak duit(cak) kas buat membayarkan sebesar 70 persen dari kewajiban jangka pendeknya.

Rasio kas > 1

Terakhir terdapat cash ratio >1 adapun menunjukkan  perusahaan setelah dikatakan mempunyai lebih dari layak duit(cak) buat membayarkan pinjaman jangka pendeknya pada neraca perusahaan.

Apabila angka cash ratio menunjukkan angka 2, keadaan ini berarti perusahaan mempunyai aset kas adapun layak buat menutup kewajibannya bahkan sampai-sampai dua kali lipat.

Selengkapnya